Fakultas Syariah

IAIN Palangka Raya


Visi :

“Menjadi Fakultas Syariah yang unggul, professional dan kompetitif dalam mengembangkan ilmu-ilmu syariah pada Tahun 2022”

Program Unggulan Fakultas Syariah :

1. Kerja sama Internasional dengan Universiti Utara Malaysia, Youngsan University Korea, Ma’din Academy India, Songkla University Thailand, University ez-Zitouna Tunisia, Islam Universiti Selangor Malaysia dan Universiti Sains Islam Malaysia
2.  Pertukaran Mahasiswa (Student Exchange) ke Universiti Utara Malaysia dilakukan setiap tahun
3.  Penelitian Kolaboratif Nasional dan Internasional
4. Praktek Beracara di Peradilan, Perbankan, Advokasi, Mediasi, Kepenghuluan, Penyelesaian Sengketa Bisnis, Konsultasi Perkawinan dan Konsultasi Seputar Fiqih (Kajian Kitab Kuning)
5. Visitng Studi ke Perguruan Tinggi dalam negeri maupun luar negeri serta Seminar Nasional dan Internasional
6.  Kemahiran bidang Hukum Tata Negara, Perdata, Pidana dan Alternatif Penyelesaian Sengketa
7.  Forum Group Diskusi dengan DPRD, Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi dan Pemerintahan

Laboraturium Terpadu Fakultas Syariah :

1.  Laboraturium Kepenghuluan
2.  Laboraturium Penyelesaian Sengketa Bisnis
3.  Laboraturium Falakiyah/Astronomi Islam (Rukyatul Hilal dan Penetapan Hari Raya)
4.  Pusat Kajian dan Bantuan Hukum

Peluang Kerja Alumni Fakultas Syariah :

Menjadi Hakim, Pengacara/Advokat, Notaries, Jaksa, Panitera, Politisi, Anggota DPR/MPR, Manajer Bank Syariah, Penghulu, Pegawai KUA, Konsultan Hukum, Konsultasi Syariah Dan Fiqih, PNS/ASN, Dosen, Peneliti, Kurator, Pialang, Aktivis Hukum, Ulama, Mubaligh, Penceramah Dan Pengusaha Syariah.

"Fakultas Syariah Memang Bida"

Informasi :

Kampus Fakultas Syariah IAIN Palangka Raya berada di
 Jl. G. Obos Komple Islamic Center, Kota Palangka Raya, Prov. Kalimantan Tengah
Kode Pos 73111

Kunjungi : www: fsya.iain-palangkaraya.ac.id
Kontak Person : 0852-4291-3884 dan 0822-5000-5248
Facebook : Fasya
Instagram : @fakultas_syariah_iain_p.raya

Juni 02, 2018   Posted by Unknown with 7 comments
Read More

Kampus Tercinta IAIN Palangka Raya


IAIN Palangka Raya

Logo IAIN Palangka Raya

Didirikan
21 Maret 1997
17 Oktober 2014 (perubahan dari STAIN menjadi IAIN)
Jenis
Afiliasi keagamaan
Rektor
Dr. Ibnu Elmi AS Pelu, S.H., M.H.
Lokasi
Jl. G.Obos Komplek Islamic CenterPalangka RayaKalimantan Tengah, Indonesia
Situs web

     Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya atau IAIN Palangka Raya adalah Perguruan Tinggi Agama Islam di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Indonesia. IAIN Palangka Raya di dirikan berdasarkan pada Surat Keputusan Presiden Nomor 11 Tanggal 21 Maret 1997 bertepatan dengan Tanggal 12 Dzulqaidah 1417 H.

    Sejarah awal IAIN Palangka Raya dimulai dari sebuah lembaga bernama Fakultas Tarbiyah Al-Jami'ah Palangka Raya yang diresmikan Rektor IAIN Antasari Banjarmasin, H. Mastur Jahri, MA pada tahun 1972. Fakultas ini didirikan sebagai upaya memenuhi kebutuhan tenaga guru Agama Islam di Kalimantan Tengah. Pada tanggal 13 Nopember 1975 Fakultas ini memperoleh status terdaftar berdasarkan surat keputusan Dirjen Binbaga Islam Depag RI Nomor: Kep/D.V218/1975.

      Pada periode 1975–1980, Fakultas Tarbiyah Al-Jami'ah Palangka Raya belum mengalami kemajuan yang berarti. Ketika itu jumlah mahasiswa yang mampu menyelesaikan studi hanya 6 orang pada jenjang sarjana muda. Kemudian pada tahun 1985, Fakultas Tarbiyah Al-Jami'ah Palangka Raya bergabung dalam Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (BKS-PTAIS) se-Indonesia. Berdasarkan surat BKS-PTAIS dengan Nomor: 008/104/0/BKS-PTAIS/1985 tertanggal 19 Januari 1985 Fakultas Tarbiyah Al-Jami'ah Palangka Raya secara resmi diterima menjadi anggota Kopertis IV Surabaya.

     Selanjutnya, berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI Nomor 9 tahun 1988 dan Keputusan Menteri Agama RI tertanggal 9 Juli 1988, Fakultas Tarbiyah Al-Jami'ah Palangka Raya menjadi Fakultas Tarbiyah Negeri yang merupakan bagian dari Fakultas Tarbiyah IAIN Antasari Banjarmasin. Kemudian untuk lebih mengembangkan lembaga pendidikan Islam ini, berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 11 tahun 1997 serta Keputusan Menteri Agama RI Nomor 301 tahun 1997, Fakultas Tarbiyah IAIN Antasari Palangka Raya berubah status menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (IAIN ) Palangka Raya. Perubahan status tersebut memberikan peluang lembaga  untuk menerapkan manajemen sendiri, mengembangkan kelembagaan, jurusan dan program studi sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman.

     Perubahan menjadi IAIN Palangka Raya ditandai dengan penandatanganan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 144 Tahun 2014 tentang Perubahan Status Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (IAIN ) Palangka Raya menjadi Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (2004-2014) pada Jumat, 17 Oktober 2014 atau 3 hari sebelum peralihan kekuasaan, 20 Oktober 2014 kepada Presiden baru terpilih, Joko Widodo.

Terdapat 4 Fakultas di IAIN Palangka Raya :

1. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
    1. Jurusan Pendidikan Bahasa
        Prodi : Tadris Bahasa Inggris (S.Pd), Pendidikan Bahasa Arab (S.Pd)

    2. Jurusan Pendidikan MIPA
        Prodi : Tadris Fisika (S.Pd), Tadris Biologi  (S.Pd)

    3. Jurusan Tarbiyah
    Prodi : Manajemen Pendidikan Islam (S.Pd), Pendidikan Agama Islam (S.Pd), Pendidikan Guru MI (S.Pd), Pendidikan Guru Raudhatul Athfal (S.Pd)


2. Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah 
    1. Jurusan  Ushuluddin
         Prodi : Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (S.Ag)

    2. Jurusan Adab
         Prodi : Bahasa dan Sastra Arab (S.Hum), Sejarah dan Peradaban Islam (S.Hum)

    3. Jurusan Dakwah
         Prodi : Bimbingan dan Penyuluhan Islam (S.Sos), Komunikas dan Penyiaran Islam (S.Sos)
    

3. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
    1. Jurusan Ekonomi Islam
        Prodi : Ekonomi Syariah (S.E), Perbankan Syariah (S.E), Akutansi Syariah (S.E), Manajemen Zakat dan Wakaf (S.E)


4. Fakultas Syariah

    1. Jurusan Syariah
        Prodi : Al-Akhwal Asy-Syakhsiyyah (S.H), Hukum Ekonomi Syariah (S.H), Hukum Tata Negara (S.H)



Juni 02, 2018   Posted by Unknown with 5 comments
Read More
Ceramah : Hanan Attaki

Jodoh Yang Terbaik



"Memang Allah tidak menjanjikan bahwa langit itu tidak selalu biru, bunga tidak selalu mekar dan matahari tidak selalu bersinar. Tapi ketahuilah bahwa Allah selalu memberi pelangi di setiap badai, senyum di setiap air mata, berkah di setiap cobaan dan jawaban di setiap doa"


Selamat mendengarkan guys :)
Semoga bermanfaat :)

Juni 02, 2018   Posted by Unknown with 8 comments
Read More

Ed Sheran-Perfect





[Verse 1:]
I found a love for me
Aku temukan cintaku
Darling, just dive right in and follow my lead
Kasih, tempuhlah dan ikuti langkahku
Well, I found a girl, beautiful and sweet
Nah, aku menemukan seorang gadis, cantik serta manis
Oh, I never knew you were the someone waiting for me
Oh, aku tak pernah tahu kau seseorang yang menantikanku

'Cause we were just kids when we fell in love
Karena kita hanyalah anak-anak ketika jatuh cinta
Not knowing what it was
Tak mengerti itu
I will not give you up this time
Aku tak akan membiarkanmu menyerah kali ini
But darling, just kiss me slow, your heart is all I own
Tapi kasih, ciumlah aku perlahan, perasaanmulah segala yang kupunya
And in your eyes you're holding mine
Dan dalam tatapanmu kaulah milik ku

[Chorus:]
Baby, I'm dancing in the dark with you between my arms
Sayang, aku menari dalam kegelapan bersamamu di pelukan
Barefoot on the grass, listening to our favorite song
Tak beralas kaki di rumput, mendengarkan lagu kesukaan kita
When you said you looked a mess, I whispered underneath my breath
Saat kau berkata kau tampah kacau, aku berbisik dengan pelan
But you heard it, darling, you look perfect tonight
Tapi kau mendengarnya, kau terlihat sempurna malam ini

[Verse 2:]
Well I found a woman, stronger than anyone I know
Ya aku temukan wanita, lebih tangguh dari siapapun yang kukenal
She shares my dreams, I hope that someday I'll share her home
Dia mimpinya sama denganku, aku berharap kelak aku bisa satu rumah
I found a love, to carry more than just my secrets
Aku temukan cinta, untuk membawa lebih banyak dari sekedar rahasiaku
To carry love, to carry children of our own
Tuk membawa cinta, tuk membawa anak-anak kita sendiri
We are still kids, but we're so in love
Kita masih anak-anak, tapi kami begitu mencintai
Fighting against all odds
Berjuang hadapi segala rintangan
I know we'll be alright this time
Aku tahu kita akan baik-baik saja saat ini
Darling, just hold my hand
Kasih, peganglah tanganku
Be my girl, I'll be your man
Jadilah kekasihku, aku akan jadi kekasihmu
I see my future in your eyes
Aku lihat masa depanku di matamu

[Chorus:]
Baby, I'm dancing in the dark with you between my arms
Sayang, aku menari dalam kegelapan bersamamu di pelukan
Barefoot on the grass, listening to our favorite song
Tak beralas kaki di rumput, mendengarkan lagu kesukaan kita
When you said you looked a mess, I whispered underneath my breath
Saat kau berkata kau tampah kacau, aku berbisik dengan pelan
But you heard it, darling, you look perfect tonight
Tapi kau mendengarnya, kau terlihat sempurna malam ini

[Instrumental]

[Chorus:]
Baby, I'm dancing in the dark with you between my arms
Sayang, aku menari dalam kegelapan bersamamu di pelukan
Barefoot on the grass, listening to our favorite song
Tak beralas kaki di rumput, mendengarkan lagu kesukaan kita
I have faith in what I see
Aku berkeyakinan dengan yang kulihat
Now I know I have met an angel in person
Kini aku tahu, aku tlah bertemu malaikat berwujud manusia
And she looks perfect, no I don't deserve this
Dan dia terlihat sempurna, tidak, aku tak layak
You look perfect tonight
Kau terlihat sempurna malam ini

Juni 02, 2018   Posted by Unknown with 8 comments
Read More
Karangan : Seila Nafisa

My First Rain with You

      Nafisa termenung menatap jauh ke luar jendela yang basah oleh gemercik air hujan. Tidak ada seorang pun yang berjalan melintas di luar sana. Hanya keramaian mobil, motor dan kemacetan jalan yang terlihat. Mungkin orang-orang lebih memilih untuk tidur di rumah dan bermanja di bawah selimut hangat mereka daripada harus berjalan ke luar di cuaca sepert ini, pikirnya. Hawa dingin pun menusuk tulang rusuk Nafisa. Dia pun merapatkan jaketnya. Mengusap-usapkan kedua tangannya agar merasa lebih hangat. Dia melihat ke arah jam tangannya. Sudah 30 menit aku menunggu, pikir Nafisa. Padahal menunggu adalah hal yang paling dia benci. Tapi mungkin inilah hukuman baginya. Terlambat atau bahkan hampir melupakan pekerjaannya karena kesalahannya dalam mengingat tanggal.

“Nafisa?” Suara seorang laki-laki mengejutkan lamunannya.
Suara itu terdengar begitu hangat, menghampiri gendang telinga Nafisa yang berdengung hebat karena kedinginan. Nafisa pun segera menoleh ke arah suara itu.
“Nafisa, aren’t you?” tanya laki-laki itu yang berjalan mendekatinya. “Yep, ahh Alex Anderson?” tanya Nafisa pada laki-laki itu.
“Yep, maaf telah membuatmu menunggu begitu lama”, jawabnya masih dalam bahasa inggris. Laki-laki itu mengulurkan tangan kanannya ke arah Nafisa.
“It’s okay. Ini kesalahan saya karena tidak menjemput kamu tadi siang”, jawab Nafisa sambil menyatukan kedua tangannya ke depan dada untuk membalas uluran tangan laki-laki itu. Laki-laki itu pun sedikit bingung.
“Sorry, inilah caranya wanita muslim berkenalan”, jelas Nafisa.
“Ohh.. okay”, dia pun menarik tangannya kembali. Terlihat sedikit kekecewaan di wajahnya. Namun dia langsung menyembunyikannya dengan senyum bibirnya.


“So, kita akan ke mana hari ini?” tanya Alex pada Nafisa.
“Ohh ya kita akan ke Lawang Sewu dulu. Itu deket dari sini”.
“Okay, tapi maukah kamu menemaniku untuk makan dulu?” tanya Alex pada Nafisa lagi. “Okay”, jawabnya singkat.



      Nafisa terkesiap, saat mengetahui sosok Alex ternyata telah sampai di meja tempat dia duduk. Nafisa pun salah tingkah. Wajahnya terlihat seperti seorang pencuri yang telah tertangkap basah.Nafisa memandangi Alex yang berdiri tepat di depan meja pemesanan yang tak jauh beberapa meter dari tempat duduknya. Alex Anderson… adalah laki-laki bule jangkung berambut coklat-keemasan. Rambutnya terjuntai menyentuh kerah leher. Kacamata bulat yang ia kenakan sangat sesuai dengan bentuk wajahnya yang oval. T-shirt putih dengan outer kemeja kotak-kotak biru dan celana jeans navy panjang yang dipakainya membuat laki-laki itu terlihat… cukup tampan. Tampan. Kata itu yang tiba-tiba terlintas di pikiran Nafisa. Laki-laki blonde-curly yang entah kenapa sangat familier baginya. Nafisa diam terpaku memandangi Alex.
Dia mirip sekali dengan seseorang. Alex Anderson. Nama itu sama. Sama persis. Tapi aku berharap dia bukanlah kamu. Pikir Nafisa tentang masa lalunya.



“Why?”, tanya Alex pada Nafisa kebingungan. “Ahh nothing”, jawab Nafisa singkat.
“Apa ada sesuatu?” tanya Alex yang nampak kebingungan dengan tingkah Nafisa.
“Ahh, nah. It’s okay” Nafisa tersenyum dan berusaha untuk mengendalikan diri.
“Ohh, okay, ini untuk kamu”, Alex menyodorkan sepiring donut dark chocholate dan segelas hot cappuccino pada Nafisa.
“Ohh thanks” katanya. Sekarang dirinya lah yang bingung. Nafisa memandangi sepiring donut dark chocholate yang ada di hadapannya itu.


Donut dark chocholate? Sekarang apa yang harus aku lakukan dengan ini? Pikirnya. Nafisa benar-benar bingung.
Nafisa melihat ke arah Alex yang mulai melahap sepiring flatbreads smoked-beef pesanannya. Laki-laki itu terlihat sangat lapar. Tapi dia tetap menyantapnya dengan anggun. Karena begitulah cara pria bule menikmati hidangangnnya. Tetap dalam ketenangan. Alex juga terlihat serius dengan ponselnya. Nafisa masih memandangi laki-laki itu. Dan ada satu hal yang membuatnya tidak berhenti memandangi sosok lelaki di hadapannya itu. Terlihat seperti ada bekas luka di alis mata kanannya yang membuat alis itu, seperti tidak menyatu. Sama seperti milik seseorang yang pernah kukenal. Pikirnya.


“Kamu tidak makan?” tanya Alex yang sadar bahwa sedari tadi gadis itu hanya memandanginya.
“Ohh ini. Sebenarnya… saya tidak makan hari ini. Maaf. Saya sedang puasa” jelas Nafisa dengan menyunggingkan senyum di bibirnya pada Alex.
“Puasa? Untuk apa? Ini kan bukan Ramadhan”, tanya Alex yang penasaran.
“Iya, memang bukan. Tidak buat apa-apa sih. Hanya puasa biasa bagi muslim”
“Ohh, interessant[1]”
“Maksud kamu?” tanya Nafisa bingung.
“Ahh nothing. Maksud saya kamu baik” ucap Alex dengan senyum lebarnya. Senyum yang mempesona. Indah. Serta dapat memikat siapa saja yang melihatnya. Dan Nafisa hampir terpesona karenanya.


Kemudian Alex pun mengangkat tangan kanannya untuk memanggil waitress. Seorang waitress pun datang ke meja mereka. “What can I help you?” tanya perempuan itu pada Alex.
“Tolong bungkus donut dan hot cappuccino milik teman saya itu”, jawab Alex tetap dalam bahasa inggris dan menunjuk ke arah Nafisa.
“Baiklah”, waitress itu pun mengambil piring dan gelas yang berada di hadapan Nafisa dan membawanya ke meja pemesanan.
“Kamu bisa membawanya pulang untuk makan buka puasa nanti”, ucap Alex dan menyunggingkan sedikit senyum pada Nafisa. Laki-laki itu pun menyantap kembali makanannya.



   Kemudian Nafisa memandang jauh ke arah luar dan mengalihkan pandangannya dari Alex sambil memainkan jari-jemarinya di atas meja. Tempat duduk mereka berada di sudut ruangan yang berdinding kaca sehingga Nafisa bisa memandang langsung ke arah jalanan perkotaan. Ruangan itu terlihat lengang. Hanya ada beberapa remaja yang mengenakan seragam sekolah sedang bersendau gurau yang mungkin saja mereka sedang menanti hujan reda.
    Nafisa masih tetap memandangi jalanan perkotaan. Memainkan jari-jemarinya di atas meja. Namun ada satu hal yang membuatnya bingung. Dia bisa mendengar suara lain selain suara gemercik air hujan, dan suara yang timbul akibat permainan jemarinya di atas meja. Suara itu membuatnya takut. Suara detak jantungnya. Nafisa menyadari bahwa jantungnya berdegup kencang.
      Apa ini? Bagaimana bisa seperti ini? Pertama namanya. Alis matanya. Kemudian senyumnya. Alex Anderson. Mereka berdua mempunyai kemiripan. Dan kali ini, lelaki-dengan-nama-sama yang sedang duduk di hadapanku saat ini membuat jantungku berdegup kencang. Tidak. Aku tidak ingin salah lagi dalam menempatkan sebuah perasaan. Dia… bukanlah kamu.
Konflik batin di hati Nafisa membuat keheningan di antara mereka berdua. Bahkan Nafisa tidak menyadari bahwa Alex telah menghabiskan makanannya dan bahkan sesekali laki-laki itu memandanginya yang diam. Hening. Bingung. Begitulah perasaan Alex.

“Nafisa?” Alex mencoba membuka pembicaraan dalam keheningan itu. “Nafisa?” tanya lelaki itu sekali lagi dan sedikit mencondongkan badannya ke depan mendekati Nafisa.
“Ahh iya?” jawab Nafisa terkejut. Matanya bertemu dengan mata Alex yang berjarak cukup dekat dengannya.
Alex langsung membenarkan posisi duduknya. “Sorry”, Dia tersenyum. Dan senyum itulah yang membuat Nafisa selalu bertanya. Karena senyum itu mengingatkannya pada sosok di masa lalunya.
“Saya sudah selesai. Dan ini untuk kamu. Ayo kita mulai perjalanan kita”, Ajak Alex yang beranjak dari tempat duduknya dan memberikan bingkisan donut tadi pada Nafisa.
Bahkan Nafisa tidak menyadari kapan bingkisan itu sampai di meja mereka. “Ohh terimakasih Mr. Alex”, Nafisa pun menerima bingkisan itu dan kemudian berdiri menyamai Alex.


      Mereka berdua pun berjalan menuju pintu keluar café. Nafisa berjalan sedikit di belakang Alex. Ada perasaan tidak nyaman di benak Nafisa. Karena setiap dirinya dan Alex berjalan melewati meja pengunjung lainnya, pandangan mereka tertuju pada Alex dan Nafisa. Bahkan Nafisa sempat mendengar seorang gadis berseragam SMA berbisik pada temannya “Apakah mereka pacaran? Kok bisa ya?”. Ingin rasanya Nafisa berteriak dan mengatakan “TIDAK”. Tapi dia memilih untuk tetap berjalan tanpa memperdulikannya.
      Dan sesampainya di pintu café, Alex pun membukakan pintu untuk Nafisa. “Thanks”, kata itulah yang keluar dari bibir Nafisa sebelum dirinya melangkahkan kakinya keluar café dan terus berjalan. Namun langkahnya itu terhenti setelah dia sadar bahwa hujan di luar belum juga reda.
“Wahh hujannya belum reda ya”, ucap Alex yang ternyata telah bediri di samping Nafisa entah dari kapan. “Kata orang, hujan akan selalu memberikan kenangan pada setiap manusia yang berjalan bersamanya”, lanjut Alex yang kembali tersenyum pada Nafisa.
“Tapi yang aku tahu, hujan akan menyebabkan kita sakit jika berjalan bersamanya”, ucap Nafisa menimpali Alex yang menengadahkan telapak tangannya pada tetesan-tetesan hujan.
“Hahaha, benar juga sih. Tapi, ayo kita berjalan bersama hujan. Dan kita lihat, kenangan atau sakitkah yang akan kita dapat nantinya”, tantang Alex yang memandangi Nafisa. Dan dia pun melangkahkan kakinya, berjalan di bawah rintik-rintik hujan.
      Namun Alex menghentikan langkahnya dan berbalik melihat ke arah Nafisa yang masih tetap berdiri di luar cafe. “Come on, Nafisa. Ini hanya rintik-rintik kecil”, ajak Alex pada gadis itu.


Entah bagaimana, ucapan Alex terdengar seperti menyihir Nafisa. Gadis itu pun dengan senang hati melangkahkan kakinya bersama hujan. Padahal dia sangat membenci hujan. Karena dirinya seperti terhipnotis oleh sesuatu yang ada pada diri Alex. Begitu pula Alex adalah laki-laki pertama yang membuatnya berjalan di bawah tetesan hujan.
      Mereka berdua pun berjalan bersama. Dengan langkah yang seirama. Bercengkrama. Dan Nafisa terhanyut pada setiap tetes hujan yang jatuh di tubuhnya.
Juni 02, 2018   Posted by Unknown with 10 comments
Read More

Ice Cream Ubi Ungu



Bahan :
  1. 250 ml Whipping Cream dingin
  2. 150 gr Ubi ungu
  3. 150 gr Susu kental manis
  4. 5 Tetes Pewarna makanan ungu (optional)
  5. Garnish
  6. Cherry
  7. Daun Mint
  8. Toasted Almond Nibs

Cara Membuat :
  1. Siapkan bahan-bahan
  2. Mixer sampai kaku Whipping Cream, sisihkan dan simpan di lemari es
  3. Kukus dan haluskan Ubi Ungu
  4. Dalam wadah terpisah, mixer ubi yang telah di haluskan dengan susu kental manis sampai tercampur rata dan lembut
  5. Keluarkan Whipping Cream dari lemari es, campurkan secara bertahap ke dalam adonan Ubi dan susu kental manis, aduk dengan menggunakan spatula dengan teknik aduk lipat, beri sedikit pewarna, aduk rata, tuang ke dalam cetakan dan bekukan selama semalaman.

Selamat Mencoba :)

Juni 02, 2018   Posted by Unknown with 9 comments
Read More

Bookmark Us

Delicious Digg Facebook Favorites More Stumbleupon Twitter

Search